Bagi Anda yang membutuhkan Buku tentang Ahlus Sunnah Wal-Jamaah. Silakan hubungi kami di nomor 0858 5067 7244 (WA) atau kirim email ke mediaaula@gmail.com. Melayani Grosir dan Eceran!

Selasa, 31 Agustus 2021

Amaliah Di Bulan Hijriyah ; Hujjah, Rahasia, Amalan, dan Do'a di Bulan Hijriyah

Judul buku : AMALIAH DI BULAN HIJRIYAH: Hujjah, Rahasia, Amalan, dan Do'a di Bulan Hijriyah

Penulis : Sholihin Hasan

Tebal: 144 hlm.

Ukuran: 14,5 x 21 cm

Penerbit : Muara Progresif

Harga: Rp. 37.000,-

Pemesanan: 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi:

Belakangan ini sering muncul tuduhan bahwa amalan di bulan hijriyah adalah perbuatan bid'ah, syirik, tidak ada tuntunannya, dan tidak pernah diajarkan oleh Nabi SAW. Buku Amaliah di Bulan Hijriyah ini menjelaskan bahwa, ada banyak hal penting terkait dengan bulan Hijriyah.

Pertama, terkait dengan sejarah kejadian penting di masa lalu baik di zaman Nabi SAW dan sebelumnya bisa menjadi pelajaran bagi generasi setelahnya.

Kedua, terdapat keutamaan-keutamaan dan anjuran beribadah, seperti puasa Asyura di bulan Muharram, Lailatul Qadar di bulan puasa, dan puasa Arafah di bulan Dzulhijjah. Hal semacam ini penting untuk diurai agar memiliki nilai tambah dalam beribadah kepada Allah.

Ketiga, terdapat perbedaan persepsi di masyarakat ketika memasuki bulan-bulan tertentu, seperti merayakan  1 Muharram, merayakan Maulid Nabi SAW, amaliah di malam Nisyfu Sya'ban, puasa Rajab, dan Rebo Wekasan, dll.

Dalam buku ini, penulis mampu menjawabnya dengan dalil yang berlandaskan Al-Qur'an, hadits, dan pendapat ulama salafus shaleh sehingga tuduhan bahwa amalan di bulan hijriyah seperti merayakan maulid Nabi SAW bukanlah perbuatan bid'ah dan syirik.

 

Dalil-Dalil Praktis Amaliyah Nahdliyah

Judul buku : Dalil-Dalil Praktis Amaliyah Nahdliyah (Ayat dan Hadits Pilihan Seputar Amaliah Warga NU)

Penulis : KH. Marzuqi Mustamar

Tebal: 240 hlm.

Ukuran: 14,5 x 21 cm

Penerbit : Muara Progresif

Harga: Rp. 55.000,-

Pemesanan: 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi:

Amaliyah yang gampang dikerjakan dan mendatangkan pahala yang besar itu sebenarnya banyak. Seperti Yasinan, Tahlilan, Ziarah Kubur, Shalawatan, dzikir, dan lain-lain. Amaliyah yang demikian mayoritas warga NU yang mengamalkan. Namun dewasa ini, dari beberapa amaliyah yang gampang itulah ternyata menuai banyak kritik dari berbagai golongan.

Nah, terbitnya buku yang berjudul Dalil-dalil Praktis Amaliyah Nahdliyah (Ayat dan Hadits Seputar Amaliyah Warga NU) itulah seolah menjadi cahaya yang menyinari amaliyah-amaliyah warga Nahdlatul Ulama (NU). Dengan cahaya itu, dasar-dasar atau dalil-dalil tentang amaliyah NU menjadi tampak dan jelas. Sehingga bisa dipahami bahwa amaliyah yang dilakukan oleh warga NU tidak asal buat. Semuanya bersumber dari Al-Quran dan Hadits. Beberapa amaliyah yang ditentang keras oleh beberapa golongan antara lain adalah seperti Tahlilan, Shalawatan, Ziarah Kubur, dan Maulid Nabi, juga di sajikan penjelasannya dalam buku yang setebal 245 itu.

Misalnya tentang Tahlilan, Zainuddin Fanani, MA dan Atiqa Sabri Daila, MA mengungkapkan bahwa Tahlilan itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan keagamaan umat Islam. Tahlilan adalah media yang sangat penting untuk dakwah dan penyebaran Islam. Dari segi sejarah, Tahlilan sudah ada sejak dahulu sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Perbedaan dan pertentangan dalam tradisi Tahlilan hanya terjadi di antara pemimpin intlektual NU dan Muhammadiyah. Sementara umat mengamalkan tradisi ini. Tradisi Tahlilan memiliki dua aspek, ketuhanan (hubungan dengan Allah) dan kemanusiaan (hubungan sesama manusia). Tahlilan adalah masalah khilafiyah, maka tidak boleh menjadi penghalang persatuan dan kesatuan umat Islam setelah mengesakan Allah.

Yang menarik, permasalahan yang terjadi setiap tahun seperti penetapan awal Ramadan dan Syawal (hal 126), bahkan ringkasan kitab Risalah Ahlusunnah wal Jamaah (Karya Hadratus Syaik Muhammad Hasyim Asyari) juga ada dalam buku ini.

Solusi Hukum Islam Bersama KH. Marzuqi Mustamar

Judul buku : Solusi Hukum Islam Bersama KH. Marzuqi Mustamar

Penulis : KH. Marzuqi Mustamar

Tebal: 284 hlm.

Ukuran: 14,5 x 21 cm

Penerbit : Muara Progresif

Harga: Rp. 60.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi:

Banyaknya permasalahan hukum Islam yang belum dipahami umat Islam mendorong mereka untuk bertanya kepada para ulama. Salah satunya melalui rubrik Tanya Jawab Hukum Islam yang dimuat dalam Tabloid Media Ummat diasuh oleh KH. Marzuqi Mustamar. Sejak pertama kali dibuka, rubrik Tanya Jawab Hukum Islam selalu dibanjiri pertanyaan pembaca.

Dengan demikian, jawaban-jawaban atas pertanyaan hukum Islam itu sangat dinanti umat dan menjadi rujukan mereka dalam menghadapi permasalahan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi rujukan dan jawaban ketika menemukan permasalahan hukum Islam. Di antaranya tentang akidah, al-Quran, shalat, zakat, puasa, pernikahan, cinta dan rumah tangga, bayi dan anak, aqiqah dan qurban, jenazah dan pemakaman, nadzar, masjid, transaksi ekonomi dan rezeki, amaliah, ibadah dan tradisi, jimat, rajah dan sejenisnya, serta ragam problematika sosial lainnya.

Senin, 30 Agustus 2021

Formulasi Nalar Fiqh Edisi Revisi Telaah Kaidah Fiqh Konseptual (2 Jilid)

 

Judul Buku: Formulasi Nalar Fiqh Edisi Revisi Telaah Kaidah Fiqh Konseptual (2 Jilid)

Penyusun : Team Kaki Lima Lirboyo 2005

Pengantar : KH. Maimun Zubair

Penerbit : Khalista & Lirboyo Press

Tebal : Jilid 1: 356 hlm. Jilid 2: 470 hlm.

Ukuran: 15,5 x 23,5 cm

Harga : Rp. 140.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Buku ini memuat rumusan kaidah-kaidah fiqh beserta contoh-contoh persoalan yang dicakupnya, landasan yuridis dan pengecualiannya, serta dilengkapi dengan kajian sejarah, metodologi, sistematika, profil tokoh, profil kitab dan catatan kaki yang nyaris lengkap, guna mempermudah penelusuran pada sumber aslinya.

Buku ini terdiri dari dua bab besar yang menjelaskan dan merinci dengan jelas kaidah-kaidah fiqh. Bab pertama tentang Kaidah Aghlabiyyah dan bab kedua tentang Kaidah Mukhtalaf. Sebagai seorang muslim yang taat, buku ini sangat penting untuk kita pelajari dan dikaji secara mendalam untuk mengukuhkan pondasi bangunan hokum fiqh kita. Dengan bahasanya yang mudah dicerna, buku ini akan mengajak kita menembara dalam ruang nalar hukum yang bisa jadi belum pernah kita pikirkan sebelumnya.

Mengenal Nahdlatul Ulama

 

Judul Buku: Mengenal Nahdlatul Ulama

Penulis : KH. A. Muchith Muzadi

Penerbit : Khalista

Tebal : 64 Hal

Harga : Rp. 13.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Selama menjadi anggota NU sejak tahun 1941, KH. Abdul Muchith Muzadi sedikit banyak punya pengalaman dan pengetahuan tentang NU, yang kemudian beliau wariskan kepada generasi muda NU. Betapapun kecilnya buku ini, adalah warisan itu, berisi: Tentang Islam di Indonesia, Kepesantrenan, Khitthah NU, Fungsi dan Posisi NU, Faham Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Haluan Bermadzhab, Wawasan NU tentang Hubungan Antar Manusia, NU & Politik, dan Al-Akhlaq al-Karimah

Buku kecil ini berisi tentang:

- Islam di Indonesia

- Kepesantrenan

- Nahdlatul Ulama

- Khitthah NU

- Fungsi dan Posisi NU

- Faham Islam Ahlussunnal waljamaah

- Haluan Bermadzhab

- Wawasan Nu tentang Hubungan Antara Manusia

- Nu dan Politik

- Akhlaqul Karimah.

 

Pahlawan Ahlussunnah Menghadapi Sekte-Sekte Bid’ah

 

Judul Buku: Pahlawan Ahlussunnah Menghadapi Sekte-Sekte Bid’ah

Penulis : KH. Anas Machfudz

Penerbit : Khalista

Tebal : 128 Hal

Harga : Rp. 22.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Penulis buku ini adalah ulama pendiri & pencetak kader NU di Kabupaten Lumajang. Beliau alumni Pesantren Termas Pacitan, Pesantren Tebuireng Jombang yang ketika itu diasuh oleh Hadhratus Syaikh KH.M. Hasyim Asy’ari, Pesantren Jamsaren Solo, kemudian mukim dan belajar di Makkah Al-Mukarramah.

Kehadiran buku ini kali ini berada pada momentum yang tepat sekali. Sebab, datangnya era reformasi yang menghembuskan angin kebebasan yang cenderung kebablasan telah membuka peluang munculnya paham-paham yang pada era sebelumnya tidak berani tampil ke permukaan. Sedangkan realitanya, kehadiran mereka, secara teologis maupun sosial, sering memaksa NU dan warga Nahdilyin berada dalam posisi berhadap-hadapan yang dikhawatirkan menjadi sumber pemicu dan pemacu kerawanan.

Di sisi lain, propaganda yang mereka lakukan, tidak jarang mengakibatkan munculnya kegamangan masyarakat pada kebenaran aqaid yang selama ini diyakini, yaitu keyakinan yang telah diperjuangkan sang Pahlawan Aswaja, Imam al-Asyari, yang dengan gigihnya saat menghadapi Sekte-sekte bidah dengan dialog, debat dan menulis buku.

Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi; Sejarah, Doktrin dan Akidah

 

Judul Buku: Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi; Sejarah, Doktrin dan Akidah

Penulis : Achmad Imron R.

Penerbit : Khalista

Tebal : 340 Hal

Harga : Rp. 65.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Dalam satu dasa warsa terakhir ini, pergerakan kaum Salafi-Wahabi di Indonesia begitu massif. Saat ini kita tidak sulit menjumpai lelaki yang berpenampilan “syaikh” dengan menggunakan  gamis  dan celana cingkrang, lengkap dengan cambang dan jenggotnya yang menggantung. Sementara yang perempuan, seluruh tubuhnya dibalut dengan kain, kecuali matanya. Busana tersebut memang menjadi ciri khas kaum Salafi-Wahabi.

Sekilas kita menduga bahwa meraka adalah bagian dari kita. Lebih-lebih mereka selalu berkoar dan mengklaim diri sebagai satu-satunya representasi kelompok Ahlussunah wal Jama’ah. Jargon-jargon yang mereka teriakkan juga sangat islami,  misalnya “mari kembali kepada ajaran al-Quran dan Sunnah, tidak ada tempat meminta kecuali kepada Allah” dan sebagainya.

Wahabi atau Wahhabiyah merupakan sebutan bagi pengikut paham Muhammad bin Abdil Wahhab. Sekilas gerakan puritan yang belakangan akrab disebut salafi wahabi ini terlihat paling islam, paling ahli mengkafirkan sesama muslim, paling bertauhid dan seterusnya. Namun dibalik itu, doktrin dan ajarannya sangat berbahaya serta harus dijauhi umat islam. Sejak awal kemunculannya hingga sekarang, sekte wahabi selalu mengalami pertentangan dengan mayoritas kaum muslimin yang sejak dulu berpaham ahlusunnah waljama'ah.

Dalam konteks ini buku rekam jejak radikalisme salafi wahabi hadir menguak sejarah, doktrin dan akidah wahabi yang destruktif, kerap menyulut konflik dan perpecahan. Secara sistematis buku ini membahas sejarah radikalisme wahabi, wahabi tanduk setan dari timur, doktrin wahabi penyulut konflik umat islam, tauhid rububiyah uludiyah wahabi, akidah tajsim wahabi, dan kontradiksi akidah wahabi. Datanya pun sangat valid dan lengkap disertai scan referensi utama wahabi, serta diurai secara sistematis dan ilmiah. Dengan menbacanya kaum muslimin dapat lebih memahami dan mewaspadai doktrin-doktrin menyimpang yang disebarluaskan salafi wahabi, sehingga tidak terjebak dalam berbagai propagandanya yang selalu mengatasnamakan Islam.

Syaikhona Kholil Bangkalan; Penentu Berdirinya Nahdlatul Ulama

 

Judul Buku: Syaikhona Kholil Bangkalan; Penentu Berdirinya Nahdlatul Ulama

Penulis : RKH. Fuad Amin Imron

Penerbit : Khalista & Penainsani

Tebal : 260 Hal

Harga : Rp. 50.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

"Jika Muammil Qomar (2002) menyebut 3 nama ulama yang memiliki peran penting dalam proses pendirian NU, yaitu KH Wahab Hasbullah sebagai pencetus ide, KH Hasyim Asy'ari sebagai pemegang kunci, dan Syaikhona Muhammad Kholil sebagai penentu berdirinya NU, dalam buku ini saya menambahkan satu ulama lagi, yaitu, KH As'ad Syamsul Arifin. Peran Kiai As'ad dalam konteks ini adalah penyampai isyarat langit dari Syaikhona Kholil, yang telah meneguhkan sikap dan pandangan KH Hasyim Asy'ari untuk mendirikan NU." (RKH Fuad Amin Imron, Penulis)

"Dalam prespektif spiritualitas, Syaikhona Kholil adalah tokoh yang berperan secara langsung dalam pendirian organisasi para ulama pesantren. Pesan spiritualitasnya yang disampaikan melalui KH As'ad Syamsul Arifin menjadi faktor penentu bagi berdirinya NU. Dan pesan simbolik Syaikhona Kholil inilah yang telah menepis keraguan, kegamangan dan kegelisahan Kiai Hasyim untuk mendirikan NU. Keyakinan Kiai Hasyim terhadap pesan spiritual gurunya itu, lalu diteruskan secara lahiriah kepada Kiai Wahab Hasbullah sebagai pembawa ide, untuk ditindaklanjuti dalam sebuah permusyawaratan ulama di Surabaya, pada 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H), setahun sebelum Syaikhona Kholil wafat. Permusyawaratan para ulama tersebut melahirkan Komite Hijaz, yang kemudian ditetapkan namanya menjadi Jam'iyah Nahdlatul Ulama." (Prof Dr KH Said Aqil Siradj, MA, Ketua Umum PBNU)

"Isyarah Tongkat Musa dan Tasbih yang diberikan Syaikhona Kholil kepada Kiai Hasyim Asy'ari melalui Kiai As'ad berhubungan dengan jam'iyah sekaligus jamaah NU. Tongkat Musa adalah simbol komando atau kepemimpinan (leadership), sementara Tasbih adalah simbol spiritualitas dan simbol budaya. Kombinasi keduanya, diharapkan agar pemimpin NU memiliki pandangan, sikap dan tindakan yang terjaga keseimbangannya antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Muaranya adalah keteladanan (al-uswah), dimana pandangan, sikap dan tindakan pemimpin NU harus dapat dijadikan teladan oleh jamaah." (Nico Ainul Yakin, Editor)

Tawa Berbalut Hikmah - Gaya Dakwah Abah Hasyim Muzadi

Judul Buku: Tawa Berbalut Hikmah - Gaya Dakwah Abah Hasyim Muzadi

Penulis : Dr. Rosidin, M.Pd.I

Penerbit : Khalista

Tebal : 64 Hal

Harga : Rp. 12.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Humor Substantif dapat dimaknai humor yang mengandung kejujuran dan kebenaran makna, bukan sekedar humor yang hampa makna.

Buku ini adalah kumpulan dari berbagai humor dan hikmah Abah Hasyim yang bertebaran di dunia maya, serta memori pribadi penyusun yang diperoleh selama menjadi santri Abah Hasyim sejak 2004 hingga 2017. Lalu diikat menjadi kesatuan tema yang relatif utuh, sehingga menjadi "Karangan Bunga" belasungkawa yang dapat dimanfaatkan secara luas. 

TAHLIL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH

Judul Buku: TAHLIL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH

Penulis : KH. Muhyiddin Abdusshomad

Penerbit : Khalista

Tebal : 128 Hal

Harga : Rp. 25.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Tahlilan menuai kontroversi. Beberapa pihak menganggapnya bid’ah dhalalah dan tahlilan hanyalah perbuatan yang sia-sia belaka. Benarkah?

Benarkah berdo’a untuk orang lain tidak boleh? Terlebih-lebih do’a itu dilaksanakan secara kolektif. Bukankah itu semakin memperbanyak pahala? 

Buku ini begitu lengkap dan sarat akan makna dan ilmu pengetahuan seputar tahlil dan hal yang bersinggungan dengannya. Ditegaskan, siapa saja yang mau menelusuri budaya tahlil, niscaya akan mendapatkan sandaran yang kokoh dari al-Qur’an dan al-Hadits serta pendapat ulama yang shaleh. Buku ini juga dilengkapi dengan panduan Tahlil dan do'anya.

Pemikiran KH Hasyim Asy'ari Tentang Ahlussunnah Wa al-Jamaah

 

Judul Buku: Pemikiran KH Hasyim Asy'ari tentang Ahlussunnah Wa al-Jamaah

Penulis : Achmad Muhibbin Zuhri

Penerbit : Khalista dan LTN PBNU

Tebal : 340 Halaman

Harga : Rp. 60.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Fakta jika mayoritas umat Islam di Indonesia adalah pengikut ajaran Sunni atau Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja) tidak dapat dipungkiri. Keberhasilan itu tidak bisa dilepaskan dari peran Nahdlatul Ulama yang sedari awal berdiri meneguhkan diri sebagai pengamal dan pengawal ajaran ahlussunnah wal jamaah. Diakui ataupun tidak, inklusifitas ajaran Nahdhatul Ulama yang ditransformasikan dari nilai-nilai aswaja telah memberikan kontribusi besar terciptanya wajah moderat dan fleksible Islam di Indonesia.

Bangsa Indonesia yang multikultur serta kaya akan ragam tradisi, tidak menghalangi Islam ala NU membumi. Mengacu pada teori Islam Kolaboratif Prof. Nur Syam, fleksibilitas doktrin sunni mampu berkolaborasi dengan tradisi-tradisi non Islami yang telah mapan tanpa menghilangkan nilai-nilai ajaran Islam yang bersifat absolut.

Fenomena kenduri, tahlilan, perayaan maulid, peringatan tiga hari, tujuh hari serta seratus hari pasca kematian, adalah bukti bentuk metamorfosa nilai-nilai ajaran Islam dengan budaya masyarakat Indonesia pra Islam. Sehingga, keberadaan Islam dapat diterima menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia tanpa resistensi yang berarti.

Buku ini memberikan gambaran utuh dan fokus mengenai bagaimana ideologi NU mengenai Ahlussunnah Wal Jama'ah dimaknai oleh KH. M. Hasyim Asy'ari dan komunitasnya di tengah dialektika wacana modernisme dan tradisionalisme islam di Indonesia pada awal abad ke dua puluh.

Sabtu, 28 Agustus 2021

Tradisi Islami, Panduan Prosesi Kelahiran, Perkawinan dan Kematian

Judul Buku: Tradisi Islami, Panduan Prosesi Kelahiran, Perkawinan dan Kematian

Penulis: M. Afnan Chafidh, Ahmad Ma’ruf Asrori

Penerbit: Khalista

Tebal: 260 hlm

Ukuran: 14 x 21 Cm

Harga: Rp. 50.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Tradisi dan budaya adalah darah daging dalam tubuh masyarakat, sementara mengubahnya adalah sesuatu yang tidak mudah. Alangkah bijak dan indahnya ketika tradisi dan budaya tidak diposisikan berhadapan dengan ajaran, tetapi justru sebagai pintu masuk ajaran. Sedang agama adalah mustaqim dan membawa misi memustaqimkan (meluruskan) sesuatu yang belum mustaqim, termasuk mensakralkan sesuatu nilai tradisi yang sebenarnya tidak sakral.

Demikian harapan buku ini agar tradisi dalam prosesi Kelahiran, Perkawinan, dan Kematian terisi dengan nilai-nilai ibadah. Buku ini merupakan salah satu pelengkap sebagai nilai plus yang bersifat prinsip, yang didasari beberapa dalil dari al-Qur’an, al-Hadits dan beberapa doa yang layak dipanjatkan.



Kyai Masduqi Menjawab ; Tanya Jawab Hukum Islam Bersama KH Ahmad Masduqi Mahfudh

 

Judul Buku: Kyai Masduqi Menjawab ; Tanya Jawab Hukum Islam Bersama KH Ahmad Masduqi Mahfudh (1993-2000)

Penulis: Tim MD Nuha 17

Penerbit: Khalista

Tebal: 584 hlm Hard Cover

Ukuran: 16,5 x 24 cm

Harga: Rp. 125.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Buku ini mendokumentasikan lebih dari 900 tanya jawab hukum Islam dalam rentang 1993-2000. Kendati dalam penyajiannya diurutkan per tahun, pembaca bisa mencari konten yang dikehendaki di bagian akhir buku yang dikelompokkan secara tematik meliputi;

1. Aqidah,

2. Tasawuf dan Akhlak,

3. Seputar Madzhab,

4. Fiqh Thaharah,

5. Fiqh Shalat,

6. Fiqh Jenazah,

7. Fiqh Zakat-Pajak dan Seputarnya,

8. Fiqh Puasa,

9. Fiqh Haji,

10. Fiqh Munakahat,

11. Fiqh Mawarits,

12. Fiqh Muamalat,

13. Fiqh Wakaf,

14. Fiqh Qurban dan Makanan-Minuman,

15. Fiqh Pendidikan,

16. Fiqh Medis,

17. Fiqh Aurat, Busana, dan Perhiasan,

18. Fiqh Seni-Budaya dan Olahraga,

19. Fiqh Organisasi,

20. Fiqh Jinayat,

21. Fiqh Siyasah,

22. Doa, Amaliyah, dan Tradisi,

23. Al-Quran dan Tafsir,

24. Masaail Syatta.

Sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Timur kala itu, tentu KH. Achmad Masduqi Mahfudh sangat memahami metode dalam menjawab persoalan yang diajukan, dimana metode tersebut sejalan dengan semangat fiqh sesuai terminologinya, al-Ilmu bi al-ahkam al-syariyyah al-amaliyah al-muktasab min adillatiha at-tafshiliyyah. Secara garis besar sebagaimana metode yang biasa digunakan para ulama dalam ber-istinbath-, dalam buku ini Kyai Masduqi menggunakan tiga metode istinbath al-ahkam. 1) Metode tekstual (qauly) yakni merujuk langsung pada qaul para mujtahid baik mujathid mutlak maupun muntashib. 2) Metode analogis (ilhaq) yakni menentukan hukum suatu perkara yang belum ada nashnya berdasarkan hukum perkara lain yang ada nashnya. 3) Metodemanhajiyakni dengan dilandaskan pada kaidah-kaidah ushuliyyah dan kaidah-kaidah fiqhiyyah. Melalui ketiga metode inilah, jawaban yang dirumuskan sangat mungkin bersifatapplicabledan kontekstual.

Hujjah Nahdliyah : Keilmuan, Tradisi, Tasawuf

 

Judul Buku: Hujjah Nahdliyah : Keilmuan, Tradisi, Tasawuf

Penulis: Nur Hidayat Muhammad

Penerbit: Khalista

Tebal: 152 hlm

Ukuran: 12 x 18,5 cm

Harga: Rp. 16.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Buku Hujjah Nahdliyah ini sengaja dibuat ringkas dan hadir sebagai jawaban atas tuduhan-tuduhan tidak berdasar dari kelompok yang anti pada pola pikir dan amaliah kaum nahdliyin.

Sangat naif bila orang yang tingkat keilmuannya sangat terbatas, hanya membaca dalil dari terjemah, dan tidak memahami bahasa Arab dengan baik, namun tampil menghakimi para ulama dan amaliahnya dengan tudingan sesat, bidah, syirik dan selainnya. Padahal vonis seperti itu sama dengan istilah bukan dalang mengkritik dalang.

Buku ini tidak bertujuan memupuk perselisihan antara warga Nahdliyin dengan pengikut-pengikut kelompok lain, seperti MTA, LDII, Salafi Wahhabi, HTI dan selainnya. Namun kehadirannya diharapkan menjadi informasi penting, bahwa cara berpikir dan beramal warga NU selalu berpegang pada dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dialog Tasawuf Kiai Said : Akidah, Tasawuf dan Relasi Antarumat Beragama

 

Judul Buku: Dialog Tasawuf Kiai Said - Akidah, Tasawuf dan Relasi Antarumat Beragama

Penulis: KH. Said Aqil Siroj

Penerbit: Khalista

Tebal: 152 hlm

Ukuran: 14,5 x 21 cm

Harga: Rp. 32.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

 Masyarakat modern yang bersifat totaliteristik (ingin menguasai semua aspek kehidupan), eksploris, dan hanya percaya kepada rumus-rumus empiris saja, serta sikap hidup positivistis yang hanya berdasar kemampuan akal, pada gilirannya akan menjadi penyebab kerusakan di muka bumi. Dalam ranah ini, tasawuf sebagai wujud ihsan dalam risalah yang dibawa Rasulullah Saw. memainkan perannya menjadi problem solving untuk menghadapi berbagai problematika kehidupan.

Buku ini diharap bisa menjadi pengantar keniscayaan mengaplikasikan tasawuf di ranah kehidupan nyata, serta tidak hanya membentuk pribadi muslim yang punya “kesalehan ritual” atau “kesalehan sosial” saja, melainkan menjadikannya sebagai pribadi yang mempunyai karakter “kesalehan total”.

Dalam konteks keindonesiaan yang majemuk, tasawuf akan mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang ramah, menghormati perbedaan, dan mampu mengelola keragaman, sesuai pilar bangsa: Bhinneka Tunggal Ika.

Benarkah Tahlilan dan Kenduri Haram?

 

Judul Buku: Benarkah Tahlilan dan Kenduri Haram?

Penulis: M Idrus Ramli

Penerbit: Khalista

Tebal: 88 hlm

Ukuran: 12 x 18,5 cm

Harga: Rp. 14.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Saat penulis mengisi acara daurah pemantapan Ahlussunnah Wal-Jamaah di salah satu pondok pesantren, salah seorang peserta mengajukan pertanyaan kepada penulis tentang hukum selamatan kematian, Tahlilan dan Yasinan yang mengakar di Nusantara sejak ratusan tahun yang silam. Penanya juga menyodorkan selebaran Manhaj Salaf, setebal 14 halaman, dengan artikel utama berjudul Imam Syafie Mengharamkan Kenduri Arwah, Tahlilan, Yasinan dan Selamatan. Selebaran tersebut telah tersebar di beberapa daerah dan membikin resah, sementara isinya penuh dengan pemutarbalikan fakta, pemalsuan dan distorsi terhadap pernyataan para ulama madzhab Syafii.

Berangkat dari situ, muncullah buku ini sebagai bantahan ilmiah terhadap selebaran Manhaj Salaf tersebut. Dengan harapan risalah kecil ini, mampu menenangkan kaum Muslimin Nusantara yang mencintai ajaran Islam yang murni, sejak generasi kaum salaf, dari kalangan sahabat, tabiin dan generasi penerusnya Ahlussunnah Wal-Jamaah, amin.

DAFTAR ISI:

> KATA PENGANTAR, iii

> HUKUM KENDURI KEMATIAN, 1

> KONTRIBUSI TETANGGA, 6

> KHILAFIYAH ULAMA SALAF, 8

> TAHLILAN DAN YASINAN, 13

> TRADISI YASINAN, 32

> TRADISI 40, 100 DAN 1000 HARI, 42

> HADITS TENTANG AL-QUR'AN UNTUK ORANG MATI, 44

> BID'AH HASANAH, 50

> KETIDAKJUJURAN ILMIAH WAHABI, 52

> BERSAMA BUKU SHOLEH SO'AN, 58

> BENARKAN DULU, LALU REKAYASA DALILNYA, 58

> SUMBER DARI LUAR ISLAM, 62

> ORANG MISKIN BERSEDEKAH, 71

> PENUTUP, 74

> DAFTAR REFERENSI, 76

> TENTANG PENULIS, 78

Aqidah Ahlussunnah Wal-Jama'ah: Terjemah & Syarh Aqidah al-'Awam

 

Judul Buku: Aqidah Ahlussunnah Wal-Jama'ah: Terjemah & Syarh Aqidah al-'Awam

Oleh: KH. Muhyiddin Abdusshomad

Penerbit: Khalista

Tebal: 88 hlm

Harga: Rp. 18.000,-

Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

 

Deskripsi

Kitab Aqidatul Awam adalah kitab yang mengurai pokok-pokok keyakinan dalam Islam yang biasa disebut dengan "aqaid limapuluh". Aqaid inilah yang menjadi dasar berpijak kaum Nahdliyyin. Materinya berbentuk sya'ir atau nazham yang digubah oleh pengarangnya Sayyid Ahmad al-Marzuqi. Untuk mempermudah memahami kitab ini, KH. Muhyiddin Abdusshomad menganggap perlu menerjemahkan dan memberikan syarh (penjelasan) yang dinukil dari berbagai kitab, dengan harapan dapat memberikan kontribusi di dalam melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama'ah.

Kamis, 23 Februari 2017

KHAZANAH ASWAJA; Memahami, Mengamalkan dan Mendakwahkan Ahlussunnah wal Jamaah

Judul Buku: KHAZANAH ASWAJA; Memahami, Mengamalkan dan Mendakwahkan Ahlussunnah wal Jamaah
Penulis: Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur
Pengantar: Dr. KH. Ma’ruf Amin (Rais ‘Am PBNU)
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Halaman: xxiv + 486
ISBN: 978-602-74756-0-1
Harga: Rp. 95.000,-
Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

“Hadirnya buku Khazanah Aswaja, yang mengulas seluruh aspek Aswaja-sejarah, fikih, tasawuf dan implementasinya di lingkungan NU-secara kongkret membuktikan konsistensi Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dalam mengemban amanah ilmiah untuk menghadapi tantangan kekinian.
Harapannya, kehadiran buku ini menjadi langkah strategis dan secara substantif dapat diserap oleh NU di seluruh level secara nasional, sesuai kondisi dan tantangan yang dihadapi.” Dr. KH. Ma’ruf Amin [Rais ‘Aam PBNU]

“Di tengah merebaknya agitasi doktrin-doktrin radikal dan liberal, Khazanah Aswaja menjelaskan akidah dan amaliah Aswaja ala Walisongo beserta hujah-hujahnya.” KH. M. Hasan Mutawakkil ‘Alallah, S.H., M.M. [Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur] 

Khazanah Aswaja wajib menjadi bacaan utama Ahli Nahdlah, penggerak dakwah, pendidikan dan peradaban. Kokoh spiritual, mapan intelektual.” KH. Agoes Ali Masyhuri [Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo]

Selasa, 22 Maret 2016

Menjawab Tuduhan sebagai Penyembah Kuburan


Judul: Menjawab Tuduhan sebagai Penyembah Kuburan; Bantahan Terhadap Buku Mantan Kyai "Ahlussunnah Kok Nyembah Kuburan"
Oleh: Muhammad Ma'ruf Khozin
Penerbit: Muara Progresif
Harga: Rp. 45.000,-
Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

Sinopsis:

Buku-buku H. Mahrus Ali (yang mengaku sebagai Mantan Kyai), sesungguhnya biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Isinya hanya sebuah catatan terjemah dari fatwa-fatwa ulama Wahabi, copy dan paste dari beberapa artikel, bahkan banyak dari diskusi internet.

Demikian juga dengan bukunya yang berjudul "Ahlussunnah Waljama'ah Kok Nyembah Kuburan". Dalam buku ini, Mantan Kyai ini menyatakan tidak menyinggung ormas manapun di mukaddimahnya. Nyatanya yang ia sebut penyembah kuburan adalah warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin). Selebihnya, pokok materi buku Mantai Kyai ini adalah orang yang berziarah ke makam ulama dan wali dengan tujuan tawasul dan tabarruk ia tuduh sebagai "penyembah kuburan" yang sesat dan musyrik. Bahkan, ia menyamakan Sunni yang berziarah dengan Syiah dan Yahudi.

Hal ini tidak boleh dibiarkan agar di masa-masa yang akan datang tidak lagi terdengar secara serampangan tuduhan "penyembah kuburan" bagi umat Islam yang berziarah. Karena itulah, penulis menjawabnya berdasarkan dalil-dalil yang akurat, fakta empiris dan sejarah yang tak terbantahkan.



Risalah Ahlussunnah Waljamaah: Dari Pembiasaan Menuju Pemahaman dan Pembelaan Akidah-Amaliah NU

Judul Buku: Risalah Ahlussunnah Waljamaah: Dari Pembiasaan Menuju Pemahaman dan Pembelaan Akidah-Amaliah NU
Oleh: Tim Aswaja NU Center
Penerbit: Khalista
Harga: Rp. 65.000,-
Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

Buku ini secara umum terdiri dari tiga pembahasan utama yang dipaparkan dalam tiga bab. Pertama,  penjelasan tentang berbagai kelompok, aliran dan sekte dalam sejarah umat Islam serta beberapa beberapa kelompok atau organisasi yang lahir dan berkembang pada kurun-kurun akhir,  baik di Indonesia maupun di negara lain. Pembahasan ini berguna untuk memetakan posisi Ahlussunnah Wal Jama’ah yang moderat (tawassuth).

Kedua, pembahasan tentang Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diikuti oleh Nahdlatul Ulama (Aswaja NU), termasuk penjelasan mengenai madzhab teologi al Asy’ari dan Al Maturidi yang diikuti oleh organisasi terbesar di Indonesia ini, bahkan oleh mayoritas umat Islam di dunia sepanjang zaman.

Ketiga, pemaparan mengenai tradisi Islami dan dalil-dalilnya. Khususnya bagi warga NU yang barangkali memandang tradisi islami sebagai suatu kebiasaan, kini sudah saatnya memahami, bahkan melakukan pembelaan, bahwa apa yang mereka lakukan selama ini bukanlah bid’ah yang sesat, yang dapat menjerumuskan mereka dalam siksa neraka. Sedangkan bagi selain warga NU yang selama ini rajin menuduh bahwa NU adalah “gudang” nya takhayul,  bid’ah,  c(k)hurafat (biasa mereka singkat TBC), menjadi mengerti bahwa yang dilakukan umat Islam yang berafiliasi ke NU ternyata memiliki dasar dalil. Minimal, mereka menjadi sosok yang dapat memahami perbedaan di tengah umat udengan cara yang santun, dewasa, dan arif. Perbedaan dalam masalah furu’iyyah (cabang agama) adalah suatu keniscayaan, bukan malah dijadikan sebagai senjata yang digunakan untuk menyerang sesama saudara seiman dan seagama.


Meluruskan Doktrin MTA; Kritik atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur'an di Solo


Judul: Meluruskan Doktrin MTA; Kritik atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur'an di Solo
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Muara Progresif
Harga: Rp. 45.000,-
Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) yang berpusat di Solo, Jawa Tengah, dan sudah berkembang di kota-kota lain, dengan slogannya "Ngaji Al-Qur'an Sak Maknane", dalam perjalanan dakwahnya sudah dianggap keluar dari batas kewajaran atau keterlaluan. Dakwah mereka kerap diiringi dengan tuduhan-tuduhan bahwa amaliah warga Nahdliyyin, seperti tahlilan, yasinan, adzan dan iqomah di telinga bayi yang baru lahir dan lain-lain adalah perbuatan bid'ah, syirik dan menyesatkan.

Dengan tuduhan dan vonis ekstrim yang khusus ditujukan kepada warga Nahdliyyin tersebut, baik via radio atau televisi sangat berpotensi memicu gesekan dan gerakan anarkisme antar sesama yang dapat merongrong persatuan umat Islam di Indonesia.

Buku Meluruskan Doktrin MTA yang ditulis oleh Nur Hidayat Muhammad ini, berisi jawaban ilmiah untuk meluruskan doktrin dan fatwa-fatwa MTA yang dianggap keluar dari faham yang diusung dan disepakati oleh ulama Ahlussunnah Wal-Jama'ah. Penulis buku ini, mencoba memberikan jawaban berdasarkan al-Qur'an, al-Sunnah, dan Ijtihad para ulama dengan pendekatan yang lebih halus sebagai titah menjalankan kewajiban amar ma'ruf nahi munkar dan nasehat kepada sesama muslim.

Tuntunan Shalat untuk Warga NU dan Dalil-Dalilnya

Judul: Tuntunan Shalat untuk Warga NU dan Dalil-Dalilnya
Oleh: KH. M. Sholeh Qosim, M.Si
Pengantar: KH. Abdul Muchith Muzadi
Penerbit: Muara Progresif & LTM PBNU
Harga: Rp. 45.000,-
Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

Sinopsis:

Saya minta kepada Kiai Sholeh Qosim untuk menyusun buku tuntunan ibadah shalat (mulai wudlu, tayamum dan berjamaah) untuk warga NU disertai dengan dalil dan gambar, sebagaimana yang beliau ajarkan dalam diklat-diklat shalat sempurna seperti Nabi SAW. (KH. Abdul Manan A. Ghani - Ketua LTM-PBNU)

Beberapa tahun ini banyak kelompok yang mempertanyakan dalil amaliah kita, termasuk masalah wudlu dan shalat. Maka terbitnya buku seperti ini sangat dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa ibadah para kiai dan santri nahdliyin sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW.

Pesan saya, walaupun buku ini telah dilengkapi dengan dalil dan gambar, sepatutnya tetap belajar kepada para guru atau kiai yang betul-betul kiai, seperti dawuh Hadhratus Syaikh:

Ilmu adalah agama, hakikat shalat juga agama, perhatikan dari siapa kalian memperoleh ilmu itu, dan bagaimana kalian memunaikan shalat, karena kelak kalian akan ditanya (tentang semua itu), janganlah menimba ilmu kecuali dari ahlinya, yakni seorang yang adil (tsiqah) dan bertakwa kepada Allah. (Risalah Ahlus sunnah Wal Jama’ah: hal 32-33, dalam Irsyad as-Syari).

Dengan begitu ilmu yang didapat, dari guru yang pernah mengaji langsung dari gurunya, seterusnya bersambung pada pengarang. Sedangkan pengarang dari para ulama, tabi’in, sahabat, sampai kepada Rasulullah SAW dan keluarganya. Tradisi keilmuan semacam ini memiliki sanad yang dapat dipertanggung jawabkan, baik secara ilmiah juga di hadapan Allah SWT. (KH. Abdul Muchit Muzadi - Mustasyar PBNU)

Alfaqir sangat bergembira dan bersyukur kehadirat Allah SWT serta mendukung. Alfaqir juga berdoa semoga buku yang sangat berharga ini bermanfaat, kiranya di dunia dan akhirat bagi penulis, pembaca, dan penggunanya. (KH. M. Bashori Alwi Mustadho - Penasehat JQH PBNU)

Buku kecil ini berupaya memadukan fiqih qauly NU dengan fiqih manhajy NU, dengan menampilkan ibarah kitab mu’tabarah dipadu dengan tambahan dalil-dalil yang diperlukan.


Jawaban Amaliyah & Ibadah Yang Dituduh Bid'ah, Sesat, Kafir dan Syirik

Judul: Jawaban Amaliyah & Ibadah Yang Dituduh Bid'ah, Sesat, Kafir dan Syirik
Oleh: Ustadz Ma'ruf Khozin
Penerbit: Al-Miftah
Harga: Rp. 36.000,-
Pemesanan : 0858 5067 7244 (WA)

Buku ini mengulas tentang amalan-amalan yang biasa dilakukan oleh umat Islam Tradisionalis beserta dalil dan landasan hukumnya, yaitu:


Keabsahan Salat Aswaja

1. Mengusap Wajah Dan Bersalaman Setelah Salat

2. Salat Sunah Berjamaah

3. Menggerakkan Telunjuk Saat Tasyahhud

4. Berdoa Dengan Mengangkat Kedua Tangan

5. Berdoa Dengan Syair Arab

6. Kata'Sayidina' dalam Tahiyat

7. Dalil Qunut Salat Subuh

8. Meng-qadla' Salat Mayit

9. Larangan Salat Ba'diyah Ashar dan Shubuh

10. Dzikir Suara Keras

11. Mengeraskan Basmalah

12. Doa Ruku' dan Sujud

13. Puji-Pujian Setelah Adzan

14. Kesahihan Salat Tasbih

 

Problematika Di Bulan Ramadlan

15. Shalawat di Sela-Sela Tarawih

16. Membaca Surat-Surat Pendek Dalam Tarawih

17. Qadla' Ramadlan di Bulan Syawal

18. Rukyat Internasional

19. Tadarus Di Bulan Ramadlan

20. Qunut Salat Witir

 

Dunia Tasawwuf

21. Wali Badal

22. Tahapan SuIuk Dalam Tasawuf

23. Siapa Sultanul Auliya?

24. Bertemu Rasulullah Secara Nyata

25. NabiKhidir Masih Hidup?

 

Ragam Masalah

26. Yasin Fadlilah

27. Memperbarui Akad Nikah (Tajdidun Nikah)

28. Salat Malam Nishfu Sya'ban

29. Istighfar Untuk Kaum Muslimin

30. Doa Saat Membaca al-Quran

31. Dahi Hitam Tanda Sujud?

32. Shalawat Untuk Penutup Majlis

33. Menuduh Kafir

34. Haramkah Mencukur Jenggot?

35. Akad Nikah Di Masjid

36. Berdzikir Menggunakan Tasbih

37. Benarkah Isbal Haram?

38. Doa Hizib dari Ayat al-Quran

39. Hewan Qurban Untuk Mayit

40. Iuran/ Arisan Qurban

41. Puasa Tarwiyah

42. Puasa Bulan Rajab

43. Berkalung jimat

44. Hari Apa Saya Kawin?

45. Menabuh Terbang di Masjid

46. Tawassul

 

Ritual Haji

47. Salat Arbain di Madinah

48. Umrah Berkali-Kali

 

Dalil Seputar Kematian

49. Doa Setelah Salat Janazah

50. Sedekah Keluarga Kepada Pelayat

51. Tahlil 7 Hari dan 40 Hari

52. Talqin Mayit

53. Subtansi Haul Ulama

54. Dalil Membaca Surat Yasin Untuk Orang Mati

55. Doa Dengan Bacaan Al Fatihah

56. Menjawab Dalil Tidak Sampainya Kiriman Pahala

57. Menjawab Dalil Tidak Sampainya Bacaan al-Qur'an

58. Kesaksian Jelang Pemakaman

59. Mengantar Janazah Dengan Tahlil

60. Mengamalkan Hadis Dlaif

61. Baca al-Quran di Kuburan

62. Khataman al-Quran di Kuburan

63. Takbir Saat Khataman al-Qur'an

 

Alam Kubur

64. Ziarah ke Makam Rasulullah Saw

65. Ziarah Ke Makam Para Wali (Wisata Religi)

66. Doa Dari Rumahatau Ke Kubur?

67. Siksa Kubur

68. Wanita Ziarah Kubur

 

Ibadah Jumat

69. Salat Tahiyyat Masjid Saat Khutbah

70. Dalil Salat Sunah Qabliyah Jumat

71. Hari Rayadi Hari Jumat

72. Yasinan Tiap Malam Jumat

73. Memegang Tongkat & Mimbar

74. Bilal Jumat

75. Wiridan Setelah Jumat

 

Ngalap Berkah (Tabaruk)

76. Berkah Orang Shaleh

77. Mencium Tangan Kyai

78. Ziarah Makam Mencari Berkah